1. Mengapa Kita Perlu Mempelajari Sejarah AI?
Bagaimana sebuah komputer yang awalnya hanya berupa mesin penghitung mekanis yang memenuhi satu ruangan, kini bisa memproduksi video sinematik atau mengatur lalu lintas data jaringan secara otomatis? Siapa pionir yang memulainya?
Dalam proyek ini, kalian akan bekerja dalam kelompok (3-4 orang) untuk menelusuri sejarah revolusi komputasi hingga terciptanya AI modern. Mempelajari sejarah bukan sekadar menghafal tahun, melainkan memahami *pola* perkembangan teknologi. Dengan memahami masa lalu mesin, kalian—sebagai calon teknisi jaringan maupun ahli *broadcasting* masa depan—akan lebih siap menghadapi dan mengendalikan teknologi baru yang akan datang.
Pilihan Output Karya:
- Opsi A (Desain Statis): Infografis Vertikal menggunakan Canva di HP Android.
- Opsi B (Desain Dinamis): Video Edukasi Pendek / Reels / Shorts menggunakan CapCut atau KineMaster di HP Android.
2. Panduan Eksekusi Langkah Demi Langkah
A. Pembagian Peran Riset (Tahap Awal)
Jangan bekerja sendiri-sendiri tanpa arah. Bagilah tugas secara spesifik:
- Tim Riset: Bertugas mencari artikel sejarah yang kredibel, merangkum tahun kejadian, dan menyusun teks yang padat.
- Tim Aset: Mencari ilustrasi berkualitas tinggi (misal: foto Alan Turing, gambar mesin ENIAC, logo ChatGPT).
- Tim Eksekusi: Bertugas melakukan tata letak (*layouting*) dan *editing* akhir di dalam aplikasi.
B. Pemetaan Konten Substansial yang Wajib Ada
Karya kalian akan dinilai dari kedalaman materinya, bukan sekadar efek transisi *jedag-jedug* yang ramai. Pastikan linimasa (timeline) kalian memuat era berikut:
- Era Awal (1950-an): Kemunculan Alan Turing dan idenya mengenai Turing Test untuk menguji apakah mesin bisa berpikir selayaknya manusia.
- Lahirnya Istilah AI (1956): Jelaskan momen Konferensi Dartmouth yang digagas oleh John McCarthy.
- Masa Kelam AI (1970-an - 1980-an): Fenomena AI Winter, saat riset terhenti karena teknologi perangkat keras saat itu belum sanggup memproses data yang dibutuhkan.
- Era Kebangkitan Modern: Bagaimana ketersediaan Big Data dan kartu grafis (GPU) melahirkan teknologi Deep Learning.
- Penerapan Lintas Disiplin: Tambahkan 2 contoh penerapan AI di masa kini yang relevan dengan kelas 10. Misalnya, untuk kelas TJKT: bagaimana AI membantu otomatisasi keamanan jaringan. Untuk kelas *Broadcasting*: bagaimana AI membantu proses *color grading* otomatis dan ekstraksi fitur wajah pada video.
C. Tips Produksi Desain di Smartphone
Jika menggunakan Canva:
- Gunakan rasio 9:16 (Story/Reels).
- Perhatikan Legibility (Keterbacaan). Jangan gunakan lebih dari 2 jenis *font*. Berikan kontras warna yang tajam antara teks dan *background*.
- Gunakan White Space (ruang kosong) agar desain tidak terlihat sumpek dan mata audiens bisa beristirahat saat membaca pergeseran tahun.
Jika menggunakan CapCut:
- Gunakan B-Roll (cuplikan video ilustrasi pendukung) agar audiens tidak bosan.
- Manfaatkan fitur Audio Ducking agar volume musik latar otomatis mengecil ketika narator (Voice Over) sedang berbicara.
- Perhatikan Safe Zone (Zona Aman) layar HP. Jangan menempatkan teks penting di pojok kanan bawah atau pinggir yang berisiko tertutup oleh tombol *Like/Share* di Instagram atau TikTok.
3. Pameran & Refleksi Digital
Setelah karya selesai dan diekspor (format JPG/PNG untuk infografis atau MP4 1080p untuk video), hasil akhir harus dikirimkan ke Grup Kelas (WhatsApp/Telegram). Kita akan melakukan Digital Gallery Walk. Saling kunjungilah karya kelompok lain melalui HP kalian. Berikan umpan balik yang membangun dengan metode "Two Stars and a Wish" (dua pujian untuk kelebihan karya, dan satu masukan sopan untuk kekurangannya).
4. Kriteria Penilaian (Target Skor 90-100)
| Aspek Penilaian | Target "Sangat Baik" (90-100) |
|---|---|
| Kesesuaian Materi | Definisi kecerdasan mesin sangat tepat, urutan linimasa berkesinambungan dari era Turing hingga era AI generatif modern, serta memuat contoh nyata yang linier dengan disiplin ilmu siswa. |
| Kreativitas Mobile | Karya yang dihasilkan memaksimalkan *tools* di HP (resolusi jernih, teks terbaca jelas, navigasi visual rapi, dan suara narasi bersih dari gangguan). |
| Kolaborasi Tim | Pekerjaan tidak didominasi oleh satu orang. Seluruh anggota kelompok terbukti berkontribusi dalam riset aset, pemahaman teori, dan penyusunan desain. |